Kontroversi Prioritas Antara Jarh dan Ta’dil dalam Kajian Sanad Hadis

Buku ini mengkaji kontroversi prioritas antara jarh dan ta’dil dalam kajian sanad hadis. Sejarah pencatatan dan penghimpunan hadis Nabi tidak sama dengan sejarah pencatatan dan penghimpunan Alquran. Pada masa Nabi, tidak seluruh hadis Nabi dicatat oleh para sahabat Nabi. Pencatatan seluruh hadis pada masa Nabi memang sangat sulit dilakukan. Salah satu sebab kesulitan itu adalah karena tidak setiap hadis sempat disaksikan oleh banyak sahabat Nabi.

Dalam perkembangan periwayatan hadis, telah muncul pemalsuan-pemalsuan hadis. Pemalsuan hadis mulai tampak berkembang pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib (w. 40 H/661 M) dalam sejarah kegiatan pemalsuan hadis tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi Islam, tetapi juga dilakukan oleh internal umat Islam.

Hal ini menambah dorongan kepada ulama hadis untuk lebih hati-hati dalam melakukan periwayatan hadis. Kehati-hatian ulama hadis dapat dilihat pada kegiatan ulama hadis menciptakan berbagai kaidah dan ilmu hadis, baik yang berkenaan dengan matan maupun sanad hadis. Dengan berbagai kaidah dan ilmu itu suatu riwayat dapat teliti dan diketahui kualitasnya. Di antara hasil perjuangan yang sangat berharga dari ulama hadis ialah lahirnya ilmu al-jarh wa al-ta’dil.

Ulama mengkaji biografi, termasuk pribadi para periwayat yang semasa secara langsung. Ulama hadis terkadang berbeda, bahkan sering terjadi kontroversi di antara mereka dalam memberi penilaian kualitas jarh dan ta’dil periwayat itu disebabkan oleh perbedaan tinjauan dan pengetahuan mereka tentang periwayat tertentu yang mereka kritik. Untuk menyelesaikan kontroversi jarh dan ta’dil tersebut ulama hadis telah mengemukakan berbagai kaidah sebagai alternatif penyelesaian sebagaimana yang diulas secara komprehensif dalam buku ini.

Judul: Kontroversi Prioritas Antara Jarh dan Ta’dil dalam Kajian Sanad Hadis
Penulis: Sitti Sagirah
Penerbit: Multi Pustaka Utama
ISBN: Proses Pengajuan
Harga: Rp. 80.000